Follow us on FaceBook

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Tuesday, 20 November 2012

Wisata Religi Alumni MAK Al Hikmah 2 di Tarim, Yaman


Bismillahirrrahmanirrahim…

Tibanya tahun ajaran baru menjadi momentum segar dengan kedatangan alumni MAK Al Hikmah 2 baru di Negeri Saba'. Ya, itulah sebutan negara yang akrab kita kenal kini dengan Negara Yaman. Setiap tahunnya, para pencari ilmu berbondong-bondong datang demi segenggam ilmu syari'at yang menjadi tujuannya. Tak ketinggalan Alumni MAK Al Hikmah 2 Bumiayupun termasuk salah satu dari deretan lembaga pendidikan yang kerap memberangkatkan pelajarnya ke Negeri tersebut.
kiri : Khoirul Jadi, M. Fuad Mas'ud, Fathul Bary, Khoirul Amrullah, Robby Adriyanto, Tohirin, Arman Malieky
Tahun Ajaran 2012-2013 kini, Universitas Al Ahgaff, Yaman tepatnya, kedatangan 3 generasi baru MAK Al Hikmah 2, Khoirul Jadi, Robby Adrianto, dan Fathul Bari. Hadirnya mereka menambah kapasitas Alumni MAK di Yaman, yang kini menjadi 8 pelajar putra. Penambahan yang cukup signifikan, karena setiap tahunnya kisaran 1 atau 2 pelajar saja yang bisa berangkat.
Setelah tiba di kota Mukalla, Yaman (28/09/2012), mereka bertiga seperti itik kehilangan induknya. Mengikuti perkuliahan tanpa hidup bersama kakak kelas. Begitulah,,, semua kakak kelas di tingkat II sampai akhir berlokasi di kota Tarim. Jaraknya sekitar 6 jam perjalanan angkutan darat. Lantas merekapun sengaja mengisi liburan Idul Adha dengan berwisata religi ke kota Tarim, Provinsi Hadhramaut. Dengan berbekalkan izin dari staff Idaroh Universitas Al Ahgaff, Mukalla, akhirnya mereka melesat ke kota Tarim, kota yang masyhur sebagai kota wali, ilmu dan ulama.
Dua hari sebelum Idul Adha, tepat pukul 13.00 waktu setempat (KSA), mereka tiba di halaman kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim. Semarak suka gempita menyelimuti tatkala mereka disambut Alumni MAK Al Hikmah 2 lainya. " Wahh wahh, marhaban ahlan wa sahlan, bisa jumpa lagi di Yaman, kangen nih sama kalian, adik-adikku", ungkap Thohirin, salah satu Alumni MAK Al Hikmah 2 yang duduk di Mustawa II Univesitas Al Ahgaf, Tarim.
" Iya Khi, kita-kita kesepian , masa kakak-kakaknya di Tarim, adik-adiknya merana jauh di Mukalla,,, Hehe", pungkas Jadid mewakili ketiganya.
" Ya kan sekarang sudah kumpul bareng di Tarim, yuk kita nostalgia bareng mengingat sweet memorian Al Hikmah 2, pondok kesayangan", lanjut Arman yang sama di Mustawa II.
                Liburan Idul Adha kali ini bertajuk " Wisata Religi Alumni MAK Al Hikmah 2 di Tarim". sengaja diberi judul demikian, karena tak lain tujuannya adalah berziarah ke makam-makam auliya dan jalan-jalan mengitari masjid-mesjid bersejarah di Kota Tarim.
                " Allahu Akbar,,, Allahu Akbar,,, Allahu Akbar… Laa Ilaaha Illallahu wallahu akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu...". Suara gema takbir meramaikan seantareo kota Tarim. pakaian serba putih dikenakan seluruh masyarakat dalam Ibadah Sholat 'Ied. Kitapun mengikuti tradisi yang ada, berpeci putih, berjubah putih, dan berkalung sorban. Sungguh, menambah kekhusyuan dan ketenangan dalam bathin. Siap menghadap Ilahi Rabb berjama'ah di Mesjid Jabanah, 1 km dari kampus Al Ahgaff.
                Lekas Shalat 'ied, kami bersalam-salaman baik sesama pelajar Indonesia ataupun masyarakat arab Tarim. " 'Ied Mubarok,,,'alaina wa 'alaikum insya allah", ucap seorang warga Tarim, yang ber'imamah putih. Seperti dari kalangan masyayikh.
                Kemudian kami berziarah ke Maqbaroh Zanbal. 200 meter sebelah kiri masjid Jabanah. Pelatarannya begitu luas dan dipenuhi banyak batu nisan maqom para wali. Hal itu karena memang ribuan wali disemayamkan disana, bahkan beberapa ashabul badr[1] yang dulu diutus Rasullullah ke Yaman. Tak heran, karenanya Yaman dijuluki sebagai Negeri Seribu Wali.  
Setapak demi setapak kami melangkah. Pertama menziarohi maqbarah al Ustadzul A'dzom Sayyidina al Faqih al Muqoddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath (574 - 653 H.). Beliau adalah seorang wali besar, al 'arif billah, pemuka para imam dan ulama, pemuka thoriqoh 'Alawiyyah yang mendapatkan kewalian rabbani dan karomah luar biasa. Beliau termasuk wali quthb yang banyak menghasilkan para ulama besar di zamannya.
                Dikisahkan beliau pernah berkirim surat kepada seorang pemuka para ahli sufi, yaitu as Syaikh Sa'ad bin 'Ali adz-Dzofari. Setelah as Syaikh Sa'ad membaca surat itu dan merasakan kedalaman isi suratnya, Ia terkagum-kagum dan merasakan cahaya dan rahasia batin yang ada didalamnya. Lantas membalas surat tersebut, dan di akhir suratnya ia berkata, " Engkau, wahai Faqih, orang yang diberikan karunia oleh Allah swt yang tidak dimiliki siapapun. Engkau adalah orang yang paling mengerti dengan  syari'ah dan haqiqah, baik yang dzahir maupun bathin".
                 Kemudian kami beralih menuju maqom 'Amul Faqih (Paman Faqih Muqoddam) as Sayyid Alawi bin Muhammad Shohib Mirbath (w. 613 H). Beliaulah kakek moyang dari wali songo yang telah menyebarkan islam di Indonesia. Karena itulah, asal usul wali songo dan para habaib 'alawiyyin di Nusantara, sebenarnya bermula dari tanah Tarim, Yaman.
Lisan ini tak henti-hentinya berdo'a dan bersholawat sepanjang ziyaroh hingga sampai  di depan maqbaroh al Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain al Masyhur (1250-1320 H), Pengarang Bughyatul Mustarsyidin. Lalu menuju Dhorihah[2] al Imam al Habib Abdurrahman as Seggaf bin Muhammad Maula Dawilayh (739-819H). Beliau dijuluki al Faqih al Muqoddam ats- Tsani karena saking alim dan ma'rifatnya kepada Allah swt. Beliau jugalah orang pertama dari kalangan alawiyyin yang dijuluki 'as Seggaf'.
Berikutnya memasuki Qubbah Waliyullah Sulthonul Mala, as Sayyid Abdullah al 'Aydrus (811-865 H) bin Abu Bakar as Sakran bin Abdurrahman as Seggaf Faqih Muqoddam Tsani. Beliau, as Sayyid Abdullah al 'Aydrus merupakan putra pengarang Hizib Sakron, dan juga orang pertama yang dijuluki 'al 'Aydrus'.
Dan Terakhir, Kami menziarahi pemakaman Waliyullah al Qutub al Imam Abdullah Alawy al Haddad (1044-1132 H), pengarang kitab Risalatul Mu'awanah dan an Nashoih ad Diniyah.  Beliau disebut sebagai ulama mujaddid atau tokoh pembaharu abad 12. Banyak karangan beliau dalam segala fan ilmu  telah sampai ke semua penjuru dunia.
Demikianlah wisata religi Alumni MAK Al Hikmah 2 di Tarim kali ini. Cerita ziyaroh Zanbal ini hanya satu dari beberapa objek wisata religi di Tarim yang kami singgahi. Selepas beberapa hari bersama ketiga adik kelas, akhirnya mereka dengan berat hati harus kembali ke Mukalla. Cukup perjumpaan kami sampai disitu dahulu sebagai pengisi liburan idul adha. Kelak kamipun pasti kan dipertemukan kembali, tatkala mereka naik tingkat berikutnya, tentunya di kota seribu wali, Tarim. (Arman Malieky/author).


[1]  Ashabul Badr : para sahabat nabi yang ikut serta dalam perang badr (12 Bulan setelah Hijrah Nabi Muhammad saw.)
[2]  Dhorihah : Maqom
 

Blogger news

Blogroll