Follow us on FaceBook

Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Saturday, 16 February 2013

99 Cahaya di Langit Eropa: Menapak Jejak Islam di Eropa

Judul Buku: 99 Cahaya di Langit Eropa: Menapak Jejak Islam di Eropa
Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : I, Juli 2011
Tebal : 412 halaman

Hubungan dunia Eropa dan Islam mulai memanas sejak rusuhnya berbagai kejadian dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sebut saja, pengeboman Madrid dan London, kemudian serangan teroris 11 September di Amerika, kontroversi kartun nabi Muhammad, semuanya menyebabkan ketegangan hubungan antara Islam dan Eropa. Islam menjadi sesuatu yang menakutkan. Sehingga peradaban Islam di daratan Eropa menjadi sesuatu yang kian lama kian disudutkan.

Yang paling menonjol adalah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Alquran, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Akibatnya, Islam terstigma dengan agama yang berkonotasi negatif dan menyebabkan kegincuan antara Islam dan dunia Eropa.

Ikhtiar untuk menghilangkan stigma demikian datang dari catatan perjalanan atas pencarian cahaya Islam di Eropa. Hanum Salsabiela Rais-Rangga Mahendra menemukan secercah cahaya perdaban Islam di Eropa yang sejatinya sejak dulu terbentang bertautan membentuk peradaban dan ilmu pengetahuan. Berbekal pengalaman selaman tiga tahun tinggal di Eropa, Hanum menemukan hal baru yang selama ini belum tersentuh oleh banyak kalangan.

Eropa dan Islam ternyata merupakan dua sejoli yang dulu pernah menjadi pasangan serasi. Eropa sesungguhnya menyimpan sejuta misteri tentang Islam. Kekuatan Islam di Eropa pernah menjadi inovator dan menjaga peradaban sebagaimana masa-masa Islam berkembang di Madinah dan Mekkah. Islam pernah menebar cahaya kedamaian dan persaudaraan di samudera Eropa.

Penelusuran Hanum menemukan bahwa Islam masuk dan menyinari Spanyol selama 750 tahun lebih, jauh sebelum dan lebih lama dari pada Indonesia. Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyayanginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

Yang menarik, ternyata yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles, Plato, Socrates, yang pada akhirnya mengantarkan Eropa pada lanskap renaisance kemajuan, tak lain adalah peradaban Islam. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Spanyol yang pernah menjadi pusat perdaban pengetahuan dunia, juga mampu membuat beberapa negara seperti Paris dan London beriri hati.

Dengan daya pikat bahasa yang lugas nan tandas, Hanum mampu menghadirkan detak gambaran  bagaimana jatuh bangun peradaban Islam yang pernah menyinari daratan Eropa. Buku ini lebih dari novel biasa, bukan pula buku traveling yang memandu perjalanan, lebih dari itu novel ini menghanyutkan akan unggahan pemahaman dan perilaku beragama kita selama ini. Misalnya, radikalisme agama terlanjur teridentifikasi erat dengan dunia Islam.

Karena itu, Hanum mencoba memosisikan kembali hubungan harmonis Islam dan Eropa dalam pertautan wajah kebersamaan untuk menghadirkan gemuruh cahaya peradaban Islam seperti waktu dulu. Novel ini mampu memberikan pemahaman bahwa Islam “nyata” menjadi kekuatan alternatif yang dominan bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan. Hanum mampu merakit rentetan mozaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu dengan anggitan penilaian obyektif.

Wildani Hefni, Pengelola Rumah Baca PesMa Darun Najah IAIN Walisongo Semarang

Resensi Novel 5 cm


Info : http://www.21cineplex.com
Author : Rizal Mantovani
Star : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor 'Saykoji', Denny Sumargo, Raline Shah
Genre : Drama
Producer : SUNIL SORAYA
Production : SORAYA RAM
Director : Rizal Mantovani
Sinopsis : 
Film ini diangkat dari novel berjudul sama 5 cm. 17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya.
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.

Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/5_cm)
 

Blogger news

Blogroll