Follow us on FaceBook

Showing posts with label Reportase. Show all posts
Showing posts with label Reportase. Show all posts

Sunday, 2 September 2012

Haflah Akhir Sanah dan Perpisahan Mahasiswa Indonesia Al Ahgaff di Mukalla.

Malam Ahad ( 1/09/ 2012) tepat setelah Isya pukul 20.00 WY digelar acara rutin Mahasiswa Universitas Al Ahgaff Indonesia Tingkat Pertama yang bertempat di Sutuh Sakan Basalamah, Asrama Mahasiswa Indonesia di kota Mukalla. Runtutan acara berjalan mengikuti arah bicara Master of Ceremony yang dibawakan oleh sdr. Muhammad Fadlillah, Mahasiswa Fak. Syari’ah Mustawa Awwal.
Acara yang sungguh dramatis dan harmonis ini bertajuk tentang “ Akhirus Sanah wal Wada’”. Ya daramatis, itu karena Mahasiswa Al Ahgaff yang akan mengenjang masa kuliah di Fakultas Syari’ah selama lima tahun ( 5 mustawa), tahun pertamanya mereka ditempatkan di Kota Mukalla. Kemudian sisa tahun berikutnya akan dihabiskan di Kota Tarim, Baldatul Awliya’. Tahun pertama yang dilalui para mahasiswa sangat meninggalkan banyak kesan unik dan menarik yang merupakan masa adaftasi mahasiswa baru (mustawa awwal) dalam berjuang mengarungi lautan ilmu Negeri Yaman ini.
Dalam Acara ini, dihadiri juga oleh jajaran staff Universitas Al Ahgaff, masyayikh setempat diantaranya, DR. Shodiq Umar Maknun (Wakil Rektor Universitas Al Ahgaff), Syeikh DR. Fuad Abdul Karim (Qodhi Kota Mukalla), Syeikh Ba’syan, Syeikh Zain Al Jufri dan juga Asatidz baik dari Negara Yaman sendiri maupun Asatidzah Indonesia. Namun Sayangnya acara monumental ini tidak sempat dihadiri oleh Sang Murabby Ruh Utama Ahgaff, yaitu beliau Syeikh Sayyid Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun, MA.
Walau Demikian, Dalam sambutan yang diwakili oleh DR. Shodiq Maknun sebagai Wakil Rektor, mampu mengisi kegundahan para hadirin, khususnya Mahasiswa Al Ahgaff Indonesia yang senantianya menanti-nanti kedatangannya guna bermuwajahah di sakan kebanggaan mahasiswa Indonesia.
Sambutan pertama  sebagai perwakilan panitia penyelenggara acara, turut berbicara Ustadz Kehormatan kita, DR. Muhammad Najib, MA. Beliau disamping sebagai salah satu staff pengajar dari Indonesia yang berkedudukan juga sebagai wakil dekan fakultas syari’ah Universitas Al Ahgaff yang bertempat di kota Mukalla. Dalam awal sambutannya, beliau hanya berpesan kepada para mahasiswa mustawa awwal yang dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke kota Tarim. Pesan beliau sangat singkat, namun padat isi dan kaya nasihat. “ Waktu tidak bisa kembali lagi, jangalah kalian menyia-nyiakan waktu yang ada, karena posisi Kalian sebagai tholibul ‘ilm, maka waktu kalian adalah untuk ‘ilmu’ “ . Beliau juga menyampaikan hal yang perlu diperhatikan ketika sudah di Tarim nanti. Sesuai yang pernah beliau dapati dari Syeikh Ali Ba’udhon, Mufti Tarim,  yaitu untuk tidak sering-sering mengikuti maulid yang banyak diadakan di kota Tarim, namun cukuplah sesekali dalam seminggu, itu agar mengefektifkan waktu untuk konsentrasi belajar karena itulah tugas utama penuntut ilmu.
Kemudian acara disusul dengan mau’idzoh hasanah dari Syaikh Ba’syan. Sebagai salah satu syeikh yang dihormati dan dituakan, beliau mengingatkan bahwa menuntut ilmu di Yaman berbeda dengan menuntut ilmu di tempat lain. Karena di Yaman, penuntut ilmu berbondong-bondong datang bukan hanya untuk menuntut ilmu, akan tetapi juga untuk tazkiyatun nufus (pembersihan hati nurani). Beliau juga memberikan nasihat tentang indahnya kehidupan di kota Tarim. Sikap utama yang harus dipegang teguh dan diindahkan oleh para penuntut ilmu di Tarim ada tiga hal yang merupakan keistimewaan kota Tarim dibandingkan kota lainnya. Tiga hal itu ialah; “ Al Adab , At Tawaadhu’, dan Al Ihtiram “. Sikap-sikap itulah yang patut dilestarikan ; sikap sopan santun, rendah hati dan sikap menghormati.
Acarapun berlangsung hingga larut dan diselingi dengan pemberian Syahadatut Takrim kepada pihak-pihak yang terkait hubungan kerja sama dengan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) yang disampaikan oleh Ketua AMI 2011-2012 Cabang Mukalla, Habib Syukri Mudhij. Kemudian acara ditutup dengan do’a dan diakhiri dengan ‘asya (makan malam) bersama. Seperti biasa, setelah runtutan acara berakhir, saatnya berdendang dan bersyai’r bersama Irama musik marawis dan tarian zafin. Acara terkenang menarik dan berkesan, menorehkan a sweet memorian in Mukalla. Arman-red.

Monday, 15 August 2011

Kilas Tentang Alumni PP. Al Hikmah di Negri Yaman


Oleh: Abdul Rahman Malik
Teringat akan kenangan masa-masa di Pesantren dahulu, terlintas rasa rindu bahagia akan Al Hikmah yang kami tinggalkan untuk Pengembaraan Ilmu selanjutnya di Negri Saba atau Negri Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis, Yaman.
Sebagai wujud bahagia dan terimakasih kami kepada Al Hikmah yang telah berjasa dalam mendidik dan membekali kami dengan berbagai kajian-kajian  ilmu baik ruhiyah ataupun pembangun personal characters, kami mewakili segenap Rekan-rekan mahasiswa Al Ahgaff  dan mahasiswa lain di negri Yaman sedikit ingin berbagi cerita dan pengalaman kepada El Waha, Majalahnya santri Al Hikmah….
Kelebihan Study di Negri Yaman
Secara garis besar, Negri Yaman merupakan  salah satu tempat tujuan pelajar Indonesia untuk belajar ilmu agama (Syari’at islam ), salah satu alasannya, hal itu karena Yaman sampai saat ini masih teguh mengedepankan ajaran islam bermadzhab syafi’I dan tradisi budaya islam belum luntur termakan kemajuan zaman.
Disamping itu juga, Yaman terkenal juga sebagai negri para wali dan habaib yang sampai sekarang masih banyak terdapat awliyaullah dan habaib baik yang telah wafat ataupun yang masih hidup dan berperan aktif dalam dunia keilmuan di Yaman. Karena itu, belajar di Yaman bisa juga sebagai ajang Tabarukkan (Ngalap berkah-jawa) kepada para wali, habaib, dan ulama yang ada disana. Terlebih lagi, Yaman adalah Negri asal dimana walisongo, sang penyebar islam di Nusantara Indonesia, yang kotanya sangat terkenal sekali yaitu Hadromaut. Dari situlah, kamipun menjadikan Yaman sebagai objek study yang sesuai dengan budaya Negara kita, Indonesia yang mayoritas Syafi’iyyah.
Sebetulnya, banyak sekali tempat belajar di Yaman yang masih eksis dalam penyebaran dan pengembangan ilmu agama islam khususnya di kawasan Hadromaut,Yaman Selatan, diantaranya Darul Musthofa (Habib Umar bin Hafidz), Universitas Al Ahgaff(Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun), Ribath Tarim (Habib Salim As Syathiry), Ribath Al Athos, Ribath Ar Royyan, dan lainnya. Namun kami lebih memilih Universitas Al Ahgaff sebagai objek Thalabul Ilmi yang sesuai, karena system kajian yang bersifat Perkuliahan dan non biaya (Beasiswa).
Alumni Al Hikmah di Yaman.
Maqbaroh al Imam al Habib Ahmad bin Muhsin al Haddar
Pelajar Indonesia sebetulnya tidak hanya terdapat di Hadromaut saja, akan tetapi banyak juga yang tersebar di berbagai daerah atau kota, baik di Yaman Utara atu Yaman Selatan. Namun disini kami akan mespesifikan ke tempat study kami yaitu di Universitas Al Ahgaff.
Sampai tahun ajaran 2011-2012 Mahasiswa/i Universitas Al Ahgaff asal PP. Al Hikmah- Bumiayu  terhitung ada 18 putra dan 5 putri. Karena Universitas Al Ahgaff hanya membuka beasiswa untuk Fakultas Dirasat Islamiyah dan Fakultas Syari'ah wal Qonun, maka kesemuanya termasuk kedalam dua Fakultas tersebut yang dikhususkan Fakultas Dirasat Islamiyah untuk Putri dan Fakultas Syari'ah wal Qonun khusus untuk Putra.
Kamipun dari segi lokasi perkuliahan dibedakan, untuk putri sendiri (di Kota Mukalla, Ibu kota Provisi Hadromaut) . Sedangkan untuk putra sendiri dibagi menjadi dua tempat, yaitu untuk mustawa awwal (tingkat Pertama) bertempat di Kota Mukalla, dan mustawa tsani sampai seterusnya ditempatkan di Kota Tarim.
Pengalaman Liburan Pasca Ujian 

          Sedikit bercerita tentang Alumni Al Hikmah di Yaman, khususnya kami yang merupakan Mahasiswa Al Ahgaff Mustawa awwal di Mukalla. 
     Kami bertujuh (Abdul Rahman Malik/MAK, Thohirin/MAK, Zuhrul Anam/MMA, M. Rifqi Ridho/MMA, Khoerus Sholeh/MMA, Saefuddin Ahsan/MMA, dan Abdul Qodir/PTQ) adalah angkatan mahasiswa baru tahun ajaran 2011-2012. Kami menjalani perkuliahan di kota Mukalla, Ibu kota Provinsi Hadromaut, Yaman Selatan. Berbeda dengan kakak-Kakak angkatan kami, semuanya bertempat di Kota Tarim, Kota Pusat Pendidikan dan Peradaban Islam di Yaman.
Karena Yaman terkenal dengan negri para wali dan habaib, sudah tentu dan hal yang patut bagi kami untuk tidak melupakan jasa-jasa mereka  dengan mendo'akan dan berziyaroh ke Maqbarohnya.
Setelah Ujian berakhir, kami bertujuh menyusun acara " Refreshing Ala Al Hikmah di Yaman", yaitu dengan agenda ziyaroh ke maqom wali dan jalan-jalan mengelilingi kota Mukalla. Habis dzuhur  teng, kami kompoi dengan memakai kostum ala santri dan menuju mukalla dengan bus mini jurusan Syirij,Mukalla. Sesampainya disana, kami shalat ashar dahulu di Mesjid Bazar'a, tepat disamping Maqom Waliyullah al Habib Ahmad bin Muhsin Al Haddar.
Runtutan acara tahlil kami gelar di dalam qubbah maqbaroh beliau, dengan khidmat acara diatur oleh Kang Maman, pembacaan tahlil dipimpin Kang Ridho dan terakhir do'a dibacakan Kang Thohirin. Ziyaroh dengan niat tasyakkur setelah melewati Ujian serasa membawakan ketenangan di  jiwa, terlebih pancaran keberkahaan terpantul dari indahnya kebersamaan dalam memanjatkan do'a.   
Setelah itu, kami berjalan menusuri Pantai mukalla, bersama ayunan angin di sore hari dan keramaian kota mukalla, membawa keceriaan dan kebahagiaan bagi kami bertujuh. Dan saat malam, kami bersama makan malam di Restaurant Ekonomis mengakhiri kesenangan dalam kebersamaan kami.
Liburan bersama-sama santri al hikmah serasa hidup bersama tempo dahulu di pesantren Al Hikmah, namun bedanya kami berada di nuansa dunia yang jauh berbeda dengan di Indonesia, Negri Yaman. Syukron.
 

Blogger news

Blogroll