Malam Ahad ( 1/09/ 2012) tepat setelah Isya pukul 20.00 WY
digelar acara rutin Mahasiswa Universitas Al Ahgaff Indonesia Tingkat
Pertama yang bertempat di Sutuh Sakan Basalamah, Asrama Mahasiswa
Indonesia di kota Mukalla. Runtutan acara berjalan mengikuti arah bicara
Master of Ceremony yang dibawakan oleh sdr. Muhammad Fadlillah,
Mahasiswa Fak. Syari’ah Mustawa Awwal.
Acara yang sungguh dramatis dan harmonis ini bertajuk tentang “
Akhirus Sanah wal Wada’”. Ya daramatis, itu karena Mahasiswa Al Ahgaff
yang akan mengenjang masa kuliah di Fakultas Syari’ah selama lima tahun (
5 mustawa), tahun pertamanya mereka ditempatkan di Kota Mukalla.
Kemudian sisa tahun berikutnya akan dihabiskan di Kota Tarim, Baldatul
Awliya’. Tahun pertama yang dilalui para mahasiswa sangat meninggalkan
banyak kesan unik dan menarik yang merupakan masa adaftasi mahasiswa baru
(mustawa awwal) dalam berjuang mengarungi lautan ilmu Negeri Yaman ini.

Dalam Acara ini, dihadiri juga oleh jajaran staff Universitas Al
Ahgaff, masyayikh setempat diantaranya, DR. Shodiq Umar Maknun (Wakil
Rektor Universitas Al Ahgaff), Syeikh DR. Fuad Abdul Karim (Qodhi Kota
Mukalla), Syeikh Ba’syan, Syeikh Zain Al Jufri dan juga Asatidz baik
dari Negara Yaman sendiri maupun Asatidzah Indonesia. Namun Sayangnya
acara monumental ini tidak sempat dihadiri oleh Sang Murabby Ruh Utama
Ahgaff, yaitu beliau Syeikh Sayyid Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun, MA.
Walau Demikian, Dalam sambutan yang diwakili oleh DR. Shodiq Maknun sebagai
Wakil Rektor, mampu mengisi kegundahan para hadirin, khususnya Mahasiswa
Al Ahgaff Indonesia yang senantianya menanti-nanti kedatangannya guna
bermuwajahah di sakan kebanggaan mahasiswa Indonesia.
Sambutan pertama sebagai perwakilan panitia penyelenggara acara, turut berbicara Ustadz Kehormatan kita, DR. Muhammad Najib, MA. Beliau
disamping sebagai salah satu staff pengajar dari Indonesia yang berkedudukan
juga sebagai wakil dekan fakultas syari’ah Universitas Al Ahgaff yang bertempat di kota
Mukalla. Dalam awal sambutannya, beliau hanya berpesan kepada para mahasiswa mustawa awwal yang dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke
kota Tarim. Pesan beliau sangat singkat, namun padat isi dan kaya
nasihat. “ Waktu tidak bisa kembali lagi, jangalah kalian menyia-nyiakan
waktu yang ada, karena posisi Kalian sebagai tholibul ‘ilm, maka waktu
kalian adalah untuk ‘ilmu’ “ . Beliau juga menyampaikan hal yang perlu
diperhatikan ketika sudah di Tarim nanti. Sesuai yang pernah beliau
dapati dari Syeikh Ali Ba’udhon, Mufti Tarim, yaitu untuk tidak
sering-sering mengikuti maulid yang banyak diadakan di kota Tarim, namun
cukuplah sesekali dalam seminggu, itu agar mengefektifkan waktu untuk
konsentrasi belajar karena itulah tugas utama penuntut ilmu.
Kemudian acara disusul dengan mau’idzoh hasanah dari Syaikh Ba’syan.
Sebagai salah satu syeikh yang dihormati dan dituakan, beliau
mengingatkan bahwa menuntut ilmu di Yaman berbeda dengan menuntut ilmu
di tempat lain. Karena di Yaman, penuntut ilmu berbondong-bondong datang
bukan hanya untuk menuntut ilmu, akan tetapi juga untuk
tazkiyatun
nufus (pembersihan hati nurani). Beliau juga memberikan nasihat tentang indahnya kehidupan di kota Tarim. Sikap utama yang harus
dipegang teguh dan diindahkan oleh para penuntut ilmu di Tarim ada tiga
hal yang merupakan keistimewaan kota Tarim dibandingkan kota lainnya. Tiga hal itu
ialah; “ Al Adab , At Tawaadhu’, dan Al Ihtiram “. Sikap-sikap itulah
yang patut dilestarikan ; sikap sopan santun, rendah hati dan sikap
menghormati.
Acarapun berlangsung hingga larut dan diselingi dengan pemberian
Syahadatut Takrim kepada pihak-pihak yang terkait hubungan kerja sama
dengan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) yang disampaikan oleh Ketua
AMI 2011-2012 Cabang Mukalla, Habib Syukri Mudhij. Kemudian acara
ditutup dengan do’a dan diakhiri dengan ‘asya (makan malam) bersama.
Seperti biasa, setelah runtutan acara berakhir, saatnya berdendang dan
bersyai’r bersama Irama musik marawis dan tarian zafin. Acara terkenang
menarik dan berkesan, menorehkan
a sweet memorian in Mukalla. Arman-red.