Follow us on FaceBook

Friday, 7 September 2012

20 Jam di Cirata, Antara Limpahan Rejeki dan Sakit yg Menanti

Istilah Ngaliwet di kalangan masyarakat Sunda, agaknya sudah biasa. Tapi bagaimana jika Ngaliwet ini dipadukan dengan bakar ikan air tawar yang dipancing atau dijaring sendiri dari laut? Terlebih dinikmati bersama keluarga, saat siluet mentari memberi tanda senja hendak tiba. Moment ini kian asyik karena ditemani panorama hamparan laut yang menyudut Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat. Tempat ini cocok untuk Anda yang memang hobi berekreasi, atau sekedar melepas penat saat melintas dalam perjalanan jauh.
 —-
Ialah laut pembudidayaan ikan air tawar: Cirata. Perairan yang cantik dan menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar ini dapat Anda temui di Cipeundeuy, Bandung Barat. Perjalanan memakan waktu lebih dari 3 jam dari pusat kota Bandung, dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Namun Anda perlu berhati-hati selepas Tol, karena banyak jalan berbatu kerikil yang cukup ngeri untuk dilalui.

Sunday, 2 September 2012

Haflah Akhir Sanah dan Perpisahan Mahasiswa Indonesia Al Ahgaff di Mukalla.

Malam Ahad ( 1/09/ 2012) tepat setelah Isya pukul 20.00 WY digelar acara rutin Mahasiswa Universitas Al Ahgaff Indonesia Tingkat Pertama yang bertempat di Sutuh Sakan Basalamah, Asrama Mahasiswa Indonesia di kota Mukalla. Runtutan acara berjalan mengikuti arah bicara Master of Ceremony yang dibawakan oleh sdr. Muhammad Fadlillah, Mahasiswa Fak. Syari’ah Mustawa Awwal.
Acara yang sungguh dramatis dan harmonis ini bertajuk tentang “ Akhirus Sanah wal Wada’”. Ya daramatis, itu karena Mahasiswa Al Ahgaff yang akan mengenjang masa kuliah di Fakultas Syari’ah selama lima tahun ( 5 mustawa), tahun pertamanya mereka ditempatkan di Kota Mukalla. Kemudian sisa tahun berikutnya akan dihabiskan di Kota Tarim, Baldatul Awliya’. Tahun pertama yang dilalui para mahasiswa sangat meninggalkan banyak kesan unik dan menarik yang merupakan masa adaftasi mahasiswa baru (mustawa awwal) dalam berjuang mengarungi lautan ilmu Negeri Yaman ini.
Dalam Acara ini, dihadiri juga oleh jajaran staff Universitas Al Ahgaff, masyayikh setempat diantaranya, DR. Shodiq Umar Maknun (Wakil Rektor Universitas Al Ahgaff), Syeikh DR. Fuad Abdul Karim (Qodhi Kota Mukalla), Syeikh Ba’syan, Syeikh Zain Al Jufri dan juga Asatidz baik dari Negara Yaman sendiri maupun Asatidzah Indonesia. Namun Sayangnya acara monumental ini tidak sempat dihadiri oleh Sang Murabby Ruh Utama Ahgaff, yaitu beliau Syeikh Sayyid Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun, MA.
Walau Demikian, Dalam sambutan yang diwakili oleh DR. Shodiq Maknun sebagai Wakil Rektor, mampu mengisi kegundahan para hadirin, khususnya Mahasiswa Al Ahgaff Indonesia yang senantianya menanti-nanti kedatangannya guna bermuwajahah di sakan kebanggaan mahasiswa Indonesia.
Sambutan pertama  sebagai perwakilan panitia penyelenggara acara, turut berbicara Ustadz Kehormatan kita, DR. Muhammad Najib, MA. Beliau disamping sebagai salah satu staff pengajar dari Indonesia yang berkedudukan juga sebagai wakil dekan fakultas syari’ah Universitas Al Ahgaff yang bertempat di kota Mukalla. Dalam awal sambutannya, beliau hanya berpesan kepada para mahasiswa mustawa awwal yang dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke kota Tarim. Pesan beliau sangat singkat, namun padat isi dan kaya nasihat. “ Waktu tidak bisa kembali lagi, jangalah kalian menyia-nyiakan waktu yang ada, karena posisi Kalian sebagai tholibul ‘ilm, maka waktu kalian adalah untuk ‘ilmu’ “ . Beliau juga menyampaikan hal yang perlu diperhatikan ketika sudah di Tarim nanti. Sesuai yang pernah beliau dapati dari Syeikh Ali Ba’udhon, Mufti Tarim,  yaitu untuk tidak sering-sering mengikuti maulid yang banyak diadakan di kota Tarim, namun cukuplah sesekali dalam seminggu, itu agar mengefektifkan waktu untuk konsentrasi belajar karena itulah tugas utama penuntut ilmu.
Kemudian acara disusul dengan mau’idzoh hasanah dari Syaikh Ba’syan. Sebagai salah satu syeikh yang dihormati dan dituakan, beliau mengingatkan bahwa menuntut ilmu di Yaman berbeda dengan menuntut ilmu di tempat lain. Karena di Yaman, penuntut ilmu berbondong-bondong datang bukan hanya untuk menuntut ilmu, akan tetapi juga untuk tazkiyatun nufus (pembersihan hati nurani). Beliau juga memberikan nasihat tentang indahnya kehidupan di kota Tarim. Sikap utama yang harus dipegang teguh dan diindahkan oleh para penuntut ilmu di Tarim ada tiga hal yang merupakan keistimewaan kota Tarim dibandingkan kota lainnya. Tiga hal itu ialah; “ Al Adab , At Tawaadhu’, dan Al Ihtiram “. Sikap-sikap itulah yang patut dilestarikan ; sikap sopan santun, rendah hati dan sikap menghormati.
Acarapun berlangsung hingga larut dan diselingi dengan pemberian Syahadatut Takrim kepada pihak-pihak yang terkait hubungan kerja sama dengan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) yang disampaikan oleh Ketua AMI 2011-2012 Cabang Mukalla, Habib Syukri Mudhij. Kemudian acara ditutup dengan do’a dan diakhiri dengan ‘asya (makan malam) bersama. Seperti biasa, setelah runtutan acara berakhir, saatnya berdendang dan bersyai’r bersama Irama musik marawis dan tarian zafin. Acara terkenang menarik dan berkesan, menorehkan a sweet memorian in Mukalla. Arman-red.
 

Blogger news

Blogroll