Follow us on FaceBook

Monday, 31 March 2014

Cinta 2 Negeri


Butiran-butiran kristal itu seketika menetes dalam pusaran bola mata Silvi. Perasaan haru bahagia berdesir deras dalam jiwanya yang tengah diselimuti dinginnya musim di Negeri  Seribu Benteng, Maroko. Segera Ia singkapkan kemulan selimut panjang itu dari tubuhnya. Matanya seketika binar tatkala membaca pesan singkat dari seorang lelaki yang tak asing baginya.
“Aku tulus mencintaimu Vi…”

Singkat, padat, namun penuh makna dan isyarat.
Diangkatnya kedua jemari Silvi yang langsung menari, menuliskan balasan isi hatinya yang sukar untuk dibohongi pada teman lamanya itu. 
Ilman, nama sapaan lelaki itu, teman seangkatan Silvi sewaktu SMA tiga tahun lalu. Seragam putih abu-abu menjadi saksi pertemuan keduanya.
 Kepribadian Ilman dulu yang serius pada pelajaran dan kesibukan organisasinya seakan telah membuatnya lupa akan wanita. Hanya saja, ada satu wanita yang wajah anggunnya selalu terpotret dan namanya tercatat dalam memori Ilman sejak awal mengenalinya. Siapa lagi kalau bukan Silvi?  
 Sebenarnya Silvi juga merasakan kekaguman pada Ilman. Disamping dia anak yang rajin, dia juga tampan dan selalu berpenampilan rapih. Ranking tiga besar pun rutin disabetnya setiap semester. Hingga akhirnya lulus dan beasiswa kuliah di Yaman berhasil digenggamannya. Dan kini pesan cintanya itu terkirim langsung dari Negeri Saba’ yang sedang dirantauinya.
            Mengapa Ilman baru sekarang mengungkapkannya? Setelah bertahun-tahun Ia memendamnya?”, hati Silvi pun bertanya-tanya.
Padahal dulu Ilman sempat berkunjung ke kediaman Silvi sebelum keduanya diberangkatkan ke dua Negeri tersebut, bahkan beberapa kali Ilman bertemu dengan orang tua Silvi, sampai ibunda Silvi sempat berpesan,
 “Man, tolong bimbing Silvi yah! dia butuh pengarahan dari seorang teman seperti kamu” .
Sejak itulah Ilman ingin selalu dekat dengan Silvi tanpa harus mengungkapkan cintanya. Meski keduanya telah terpisahkan oleh dua negeri yang terbentang gugusan benua, Ilman tetap merutinkan komunikasi dengan Silvi melalui chatting-an. Bahkan keduanya sering menciptakan suasana persaingan prestasi, berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang perkuliahan yang tengah dijalani keduanya.
“Aa, tolong bantu silvi kerjain tugas kuliah yah!”, pinta Silvi manja via Messanger.
 Aa, menjadi panggilan hangat Silvi untuk Ilman semenjak keduanya berkomitmen saling mencintai dan saling mempercayai.
Cinta telah bersemi di hati Ilman dan Silvi, ketulusan cinta telah mewarnai sosok dua sejoli yang tak menghiraukan jarak ruang dan waktu.
Indah terasa cinta ini,
Disaat hati telah mengungkapkannya,
Tak seorang pun mengerti,
Dan hanya kita yang merasakanya,
            Bahagia tak terhingga senantiasa hiasai,
            Kala hatiku dan hatimu nan bersatu cengkrama
            Meskipun ruang dan waktu memisahkan kedua hati
CINTA kan tetap dalam satu kata bersama kita,
                        Kini, tinggallah menanti takdir Ilahi
                        Untuk mempertemukan dua sejoli dalam ikatan suci.          

 Dear My Love: Silvi
***  
* cerita ini hanyalah fiktif belaka, seandainya ditemukan kesamaan nama atau jalan cerita, itu hanya faktor kebetulan semata....hehe @arman

0 komentar:

 

Blogger news

Blogroll